Blog Pertanian
Biochar: Pembenah Tanah Murah yang Tahan Puluhan Tahun untuk Petani Kecil
Pupuk

Biochar: Pembenah Tanah Murah yang Tahan Puluhan Tahun untuk Petani Kecil

Foto: Unsplash

Biochar dari limbah pertanian bisa memperbaiki kesuburan tanah hingga 30 tahun. Pelajari cara membuat dan menggunakannya secara praktis.

21 Mei 2026oleh Tim Redaksi TANIOS

Biochar: Pembenah Tanah Murah yang Tahan Puluhan Tahun untuk Petani Kecil

Mei 2026 โ€” Banyak petani kecil sudah hafal betul keluhan ini: tanah sawah atau ladang mereka makin keras, makin boros pupuk, tapi hasil panen tak kunjung naik. Solusinya sering kali dikira harus mahal. Padahal, ada bahan yang bisa dibuat sendiri dari limbah jerami, sekam, atau kayu bakar sisa kebun โ€” namanya biochar.

Biochar bukan pupuk biasa. Ia adalah arang hayati hasil pembakaran bahan organik pada suhu tinggi dengan oksigen terbatas (disebut pirolisis). Bedanya dengan arang biasa: biochar punya struktur pori yang sangat halus, sehingga mampu menyimpan air, udara, dan nutrisi jauh lebih lama di dalam tanah.


Apa Manfaat Nyata Biochar untuk Lahan Petani?

1. Memperbaiki Struktur Tanah Jangka Panjang

Berbeda dengan pupuk organik biasa yang terurai dalam beberapa bulan, biochar bertahan di dalam tanah selama 50โ€“100 tahun. Sekali diaplikasikan, ia terus bekerja memperbaiki aerasi dan drainase tanah. Penelitian Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) menunjukkan tanah berpasir yang diberi biochar sekam padi dosis 10 ton/hektare mengalami peningkatan kapasitas pegang air hingga 40% setelah dua musim tanam.

2. Meningkatkan Efisiensi Pupuk Kimia

Struktur berpori biochar menjadi "rumah" bagi bakteri tanah bermanfaat dan mengikat unsur hara seperti nitrogen dan kalium agar tidak cepat tercuci air hujan. Hasilnya, kebutuhan pupuk urea bisa ditekan hingga 20โ€“30% tanpa mengorbankan produktivitas โ€” ini penting di tengah harga pupuk nonsubsidi yang masih tinggi.

3. Menetralkan pH Tanah Masam

Banyak lahan di Kalimantan, Sumatera, dan sebagian Jawa bersifat masam (pH di bawah 5,5). Biochar dari sekam padi atau tempurung kelapa bersifat basa ringan (pH 7โ€“9), sehingga membantu menaikkan pH tanah secara alami. Ini mengurangi ketergantungan pada kapur pertanian (dolomit).

Cara Membuat Biochar Sendiri di Kebun

Petani tidak perlu alat mahal. Cukup gunakan metode pembakaran drum bekas (retort sederhana):

  • Siapkan drum bekas berkapasitas 200 liter, lubangi bagian bawah sekitar 10โ€“15 lubang kecil.
  • Masukkan bahan baku kering: sekam padi, tongkol jagung, ranting kayu, atau tempurung kelapa.
  • Bakar dari bagian bawah, tutup bagian atas agar oksigen minim.
  • Matikan api setelah 2โ€“3 jam ketika asap mulai bening (bukan hitam pekat).
  • Siram dengan air secukupnya, angin-anginkan, lalu biochar siap dipakai.

Dosis anjuran: 5โ€“10 ton/hektare untuk aplikasi pertama, cukup dilakukan satu kali setiap 3โ€“5 tahun. Campurkan dengan pupuk kandang atau kompos sebelum ditaburkan ke lahan agar hasilnya lebih optimal.


Kaitan dengan Program Pupuk Bersubsidi 2026

Peraturan Menteri Pertanian No. 01 Tahun 2024 tentang Alokasi Pupuk Bersubsidi mendorong penggunaan pembenah tanah organik sebagai bagian dari paket efisiensi lahan. Petani yang terdaftar di e-RDKK dan bergabung dalam kelompok tani dapat mengajukan bantuan bahan baku pembuatan biochar melalui program UPPO (Unit Pengolah Pupuk Organik) di dinas pertanian kabupaten masing-masing. Tanyakan ke penyuluh pertanian lapangan (PPL) setempat untuk proses pengajuannya.


Tips Singkat:

  • ๐ŸŒฑ Campur biochar + kompos (1:2) sebelum ditebar โ€” nutrisi langsung tersedia, struktur tanah langsung membaik.
  • ๐Ÿ’ง Aplikasikan biochar saat awal musim hujan agar pori-porinya cepat terisi air dan mikroba tanah.
  • โ™ป๏ธ Limbah sekam padi 1 hektare sawah bisa menghasilkan sekitar 1โ€“1,5 ton biochar โ€” cukup untuk lahan 500โ€“1.000 mยฒ.
  • ๐Ÿ“‹ Simpan catatan aplikasi biochar di buku tani untuk membuktikan perbaikan kesuburan lahan kepada petugas PPL atau perbankan pertanian saat mengajukan KUR.