Lokasi Pilot Dinas TANIOS
Strategi land-and-expand kami — mulai dari kabupaten pertama yang sudah onboarding aktif, lalu ekspansi ke kabupaten dengan brand value tinggi.
REKOMENDASI TIM TANIOS
Pilot Pertama: Grobogan → Pilot Kedua: Bandung Barat
- Strategi land-and-expand: mulai dari Grobogan (sudah ada Poktan Mendo aktif) → terbukti dengan data konkret → showcase ke Brebes/Bandung Barat sebagai "sudah berhasil di tetangga".
- Bandung Barat sebagai pilot strategis kedua karena kombinasi pipeline talent (UNPAD/IPB) + akses media Jakarta + Bupati progresif = highest impact untuk awareness nasional.
- Brebes ditahan dulu untuk Q4 — perlu ada track record minimal 6 bulan supaya proposal kredibel di hadapan kompetisi vendor besar.
4 Kandidat Pilot Kabupaten
Analisis kekuatan, kelemahan, dan target metrik per lokasi.
Grobogan, Jawa Tengah
Lokasi onboarding pertama Poktan Mendo. Tim TANIOS sudah punya hubungan langsung dengan koordinator (Pak Juna).
Petani
57.000+
Kelompok
1.200+
APBD
Rp 2.8 T
Kekuatan
- Sentra padi + jagung + cabai mixed
- Sudah ada relasi langsung dengan Gapoktani Mendo
- Pemkab terbuka digitalisasi pertanian
- Potensi expand ke Demak, Purwodadi, Sragen (kabupaten tetangga)
Tantangan
- ⚠️Bukan kabupaten dengan profil media nasional tinggi
- ⚠️PR untuk lobi anggaran Dinas masih awal
Brebes, Jawa Tengah
Sentra bawang merah + cabai Indonesia. Brand awareness tinggi — story "transformasi Brebes" akan ramai.
Petani
118.000+
Kelompok
2.400+
APBD
Rp 3.5 T
Kekuatan
- Sentra bawang merah #1 nasional (>40% produksi nasional)
- Petani sudah well-organized via koperasi
- Banyak liputan media → high PR value
- Dekat dengan jalur Pantura, akses logistik mudah
Tantangan
- ⚠️Petani senior dominan, anak muda relatif sedikit
- ⚠️Sudah dipinjami banyak vendor IT — kompetisi tinggi
- ⚠️Anggaran Dinas Pertanian terikat program eksisting
Bandung Barat, Jawa Barat
Akses ke UNPAD + IPB Bandung untuk talent muda + dekat investor Jakarta. Bupati progresif soal digitalisasi.
Petani
44.000+
Kelompok
850+
APBD
Rp 2.1 T
Kekuatan
- Dataran tinggi → diversifikasi tanaman (sayur, kentang, cabai, kopi)
- Akses langsung mahasiswa pertanian UNPAD/IPB → pipeline anak muda
- Dekat Jakarta — mudah dikunjungi investor + media
- Bupati track record progresif di program digital
Tantangan
- ⚠️Kompetisi vendor IT lebih ketat (banyak startup di Bandung)
- ⚠️Petani gunung relatif jauh dari signal WA bagus
Garut, Jawa Barat
Sentra hortikultura dataran tinggi. Tinggi populasi anak muda + kuliah Garut/Bandung pulang kampung.
Petani
98.000+
Kelompok
1.800+
APBD
Rp 3.0 T
Kekuatan
- Sentra cabai + kentang + jeruk
- Demografi muda relatif tinggi
- Tradisi koperasi pertanian kuat
Tantangan
- ⚠️Akses internet daerah pelosok variatif
- ⚠️Bupati belum pernah ekspos publik di program digital
Apakah Kabupaten Anda Belum Ada di Daftar?
Kami terbuka untuk pilot di kabupaten/provinsi mana pun. Hubungi kami untuk diskusi awal — tidak ada komitmen.
Lihat Halaman Kerjasama Pemerintah