Blog Pertanian
Wereng Cokelat Musim Hujan 2026: Panduan PHT untuk Petani Padi
Hama & Penyakit

Wereng Cokelat Musim Hujan 2026: Panduan PHT untuk Petani Padi

Foto: Unsplash

Musim hujan 2026 tingkatkan risiko ledakan wereng cokelat. Pelajari strategi PHT lengkap agar panen padi Anda tetap aman.

19 Mei 2026oleh Tim Redaksi TANIOS

Wereng Cokelat Musim Hujan 2026: Panduan PHT untuk Petani Padi

Mei 2026 โ€” Curah hujan yang tinggi sejak awal tahun ini sudah jadi alarm bagi petani padi di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Kelembapan udara yang terus bertahan di atas 80% adalah kondisi favorit bagi wereng cokelat (Nilaparvata lugens) untuk berkembang biak dengan cepat. Satu rumpun yang terinfeksi bisa meledak menjadi ribuan individu hanya dalam dua minggu. Sebelum sawah Bapak/Ibu berubah menjadi "hopperburn" alias hangus kering, inilah saatnya menerapkan strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) secara sungguh-sungguh.

Kenali Dulu: Tanda-Tanda Awal Serangan

Jangan tunggu tanaman kuning baru bertindak. Cek rumpun padi bagian pangkal batang setiap 3โ€“4 hari sekali. Tanda awal serangan wereng cokelat meliputi:

  • Adanya serangga kecil berwarna cokelat kehitaman di pangkal batang
  • Bekas cairan seperti madu (honeydew) yang menghitam akibat cendawan jelaga
  • Daun tua mulai menguning dari bawah ke atas
  • Ambang ekonomi serangan: jika ditemukan 10โ€“15 ekor wereng per rumpun, tindakan pengendalian segera diperlukan.

    Strategi PHT: Empat Lapis Perlindungan

    1. Varietas Tahan Wereng

    Langkah paling hemat biaya adalah menanam varietas tahan sejak awal. Untuk musim tanam MT II 2026, Balitbangtan merekomendasikan Inpari 13, Inpari 32 HDB, dan Inpari 42 Agritan GSR. Varietas ini memiliki gen ketahanan Bph yang efektif terhadap biotipe wereng yang dominan saat ini. Hindari varietas IR64 di daerah endemik karena sudah rentan terhadap biotipe 3.

    2. Pengaturan Populasi Tanaman

    Jangan tanam terlalu rapat. Sistem tanam jajar legowo 2:1 atau 4:1 terbukti meningkatkan sirkulasi udara sehingga kelembapan di kanopi padi berkurang. Populasi rumpun yang longgar juga memudahkan musuh alami seperti laba-laba dan kepik predator bergerak memangsa wereng.

    3. Pemanfaatan Musuh Alami dan Agens Hayati

    Pertahankan habitat musuh alami dengan tidak menyemprot insektisida secara jadwal tetap. Jika populasi wereng masih di bawah ambang ekonomi, semprot Beauveria bassiana dengan dosis 2โ€“3 kg/ha (formulasi 10^8 konidia/gram) pada sore hari saat suhu di bawah 30ยฐC. Agen hayati ini menyerang wereng dari luar tubuh dan efektif tanpa merusak musuh alami.

    4. Pengendalian Kimia Selektif (Pilihan Terakhir)

    Jika populasi melampaui ambang ekonomi, gunakan insektisida berbahan aktif buprofezin 10โ€“25 WP dengan dosis 0,5โ€“1 liter/ha atau dinotefuran 20 SG dosis 400 gram/ha. Arahkan semprotan ke pangkal batang, bukan ke daun. Hindari insektisida piretroid sintetik seperti sipermetrin karena justru mematikan musuh alami dan memicu resurjensi wereng.

    Koordinasi Wilayah: Gerakan Tanam Serentak

    Serangan wereng sering meledak karena pola tanam tidak serentak di satu hamparan. Koordinasikan dengan kelompok tani dan PPL setempat untuk menerapkan pola tanam serentak dalam satu blok minimal 50 hektar, sesuai anjuran Permentan No. 03/2015 tentang Gerakan Pengendalian OPT. Tanaman padi dengan umur berbeda di satu kawasan menjadi "jembatan hijau" bagi wereng berpindah terus-menerus.

    Penutup

    Wereng cokelat bukan hama yang bisa diatasi dengan satu cara saja. Kombinasi varietas tahan + tanam serentak + musuh alami + insektisida selektif itulah kunci PHT yang sesungguhnya. Catat populasi wereng di buku harian kebun setiap minggu agar keputusan pengendalian berdasarkan data, bukan panik.


    Tips Singkat:

  • โœ… Cek pangkal batang 2x seminggu mulai fase vegetatif
  • โœ… Prioritaskan Inpari 32 atau Inpari 42 untuk daerah endemik wereng
  • โœ… Semprot Beauveria bassiana sore hari, suhu < 30ยฐC
  • โŒ Jangan gunakan piretroid โ€” memperparah ledakan populasi
  • โŒ Jangan semprot insektisida jika populasi masih di bawah 10 ekor/rumpun