Blog Pertanian
Wereng Cokelat Menyerang Padi? Ini Cara Pengendalian Terpadu yang Ampuh
Hama & Penyakit

Wereng Cokelat Menyerang Padi? Ini Cara Pengendalian Terpadu yang Ampuh

Foto: Unsplash

Pelajari strategi PHT lengkap untuk mengatasi wereng cokelat sebelum merusak hasil panen padi Anda musim ini.

9 Mei 2026oleh Tim Redaksi TANIOS

Wereng Cokelat Menyerang Padi? Ini Cara Pengendalian Terpadu yang Ampuh

Memasuki Mei 2026, curah hujan yang masih tinggi di banyak wilayah sentra padi membuat kondisi di lapangan sangat ideal bagi perkembangan wereng cokelat (Nilaparvata lugens). Hama kecil ini memang tidak bisa dianggap sepele โ€” satu koloni bisa membuat tanaman padi mengering dalam hitungan hari, atau yang dikenal petani sebagai gejala hopperburn. Kabar baiknya, dengan strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang tepat, serangan wereng bisa dikendalikan tanpa harus bergantung penuh pada pestisida.

Kenali Dulu Musuhnya

Wereng cokelat hidup di pangkal batang padi, menghisap cairan tanaman siang dan malam. Tanda awal serangan adalah daun menguning dari bawah, lalu tanaman layu melingkar membentuk pola bundar โ€” disebut "burning". Hama ini juga menjadi vektor virus kerdil rumput dan kerdil hampa yang bisa merusakkan seluruh hamparan sawah.

Cek sawah secara rutin, minimal dua kali seminggu. Ambang ekonomi pengendalian adalah >10 ekor wereng per rumpun pada fase vegetatif, atau >20 ekor per rumpun pada fase generatif.

Strategi 1: Pilih Varietas Tahan

Langkah paling hemat biaya adalah mulai dari benih. Gunakan varietas yang sudah terbukti tahan wereng cokelat seperti Inpari 13, Inpari 33, Inpari 42 Agritan GSR, atau Ciherang untuk lahan dengan riwayat serangan ringan. Varietas tahan bukan berarti bebas serangan sepenuhnya, tapi populasi wereng tumbuh jauh lebih lambat sehingga petani punya waktu bertindak.

Strategi 2: Optimalkan Musuh Alami

Sawah yang sehat punya penjaga alami: laba-laba, kumbang Micraspis, dan parasitoid telur Anagrus. Musuh alami ini akan hancur jika kita sembarangan menyemprot insektisida berspektrum luas.

  • Hindari penyemprotan insektisida pada 40 hari pertama setelah tanam
  • Tanam tanaman berbunga di pematang (seperti bunga kenikir atau Cosmos) untuk menarik parasitoid
  • Pertahankan populasi laba-laba dengan tidak membakar jerami di dalam sawah

Strategi 3: Pengelolaan Air dan Pupuk

Wereng berkembang pesat di tanaman yang subur berlebihan. Hindari pemupukan nitrogen (urea) yang berlebihan โ€” cukup 150โ€“200 kg/ha dibagi tiga kali aplikasi. Sistem pengairan basah-kering berselang (intermittent) terbukti menekan populasi wereng karena mengganggu habitat di pangkal batang yang lembap.

Strategi 4: Insektisida sebagai Pilihan Terakhir

Jika populasi sudah melampaui ambang ekonomi, gunakan insektisida yang selektif dan tepat sasaran:

  • Buprofezin 10โ€“20% (contoh: Applaud) โ€” menghambat pertumbuhan nimfa, dosis 1โ€“1,5 liter/ha, efektif untuk stadium nimfa
  • Imidakloprid 5% (contoh: Confidor) โ€” sistemik, dosis 0,5โ€“1 liter/ha, aplikasi saat populasi dewasa tinggi
  • Dinotefuran โ€” alternatif untuk wereng yang sudah resisten terhadap imidakloprid

Semprot langsung ke pangkal batang pada pagi hari pukul 06.00โ€“08.00 agar lebih efektif. Rotasi bahan aktif setiap musim untuk mencegah resistensi.

Penutup

Wereng cokelat bukan hama yang bisa dilawan dengan satu cara saja. Kunci keberhasilan ada pada kombinasi: varietas tahan + jaga musuh alami + kelola pupuk dan air + insektisida selektif bila perlu. Petani yang rutin memantau sawahnya akan selalu selangkah lebih maju dari hama.


Tips Singkat: โœ… Pasang lampu perangkap di area sawah untuk memantau migrasi wereng dewasa bersayap โœ… Catat populasi wereng setiap minggu di buku saku โ€” data ini sangat berguna untuk keputusan pengendalian musim berikutnya โœ… Jangan semprot insektisida saat hujan atau angin kencang โ€” efektivitasnya bisa turun hingga 70% โœ… Koordinasi dengan petani sekitar untuk pengendalian serempak agar wereng tidak berpindah antar petak