Blog Pertanian
Varietas Padi Inpari Terbaru 2025: Hasil Tinggi & Tahan OPT
Benih & Bibit

Varietas Padi Inpari Terbaru 2025: Hasil Tinggi & Tahan OPT

Foto: Unsplash

Kenali varietas padi Inpari terbaru rilis Kementan 2025 dengan potensi hasil hingga 9 ton/ha dan ketahanan terhadap hama penyakit utama.

14 Mei 2026oleh Tim Redaksi TANIOS

Varietas Padi Inpari Terbaru 2025: Potensi Hasil Tinggi dan Ketahanan OPT

Musim tanam 2025/2026 membawa kabar baik bagi petani padi di seluruh Indonesia. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) resmi merilis beberapa varietas padi Inpari (Inbrida Padi Irigasi) terbaru yang menjanjikan produktivitas lebih tinggi sekaligus lebih tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Bagi petani yang selama ini bergantung pada varietas lama seperti Inpari 32 atau Inpari 42, sudah saatnya mempertimbangkan pilihan benih baru ini.

Varietas Unggulan yang Dirilis Kementan 2025

Dua varietas yang paling banyak dibicarakan penyuluh di lapangan adalah Inpari 48 Agritan dan Inpari 49 Agritan. Keduanya telah melalui uji multilokasi di lebih dari 15 provinsi sebelum dilepas secara resmi.

Inpari 48 Agritan

  • Potensi hasil: 8,7–9,2 ton/ha (GKG)
  • Umur panen: sekitar 110–115 hari setelah semai
  • Tahan terhadap: wereng batang coklat (WBC) biotipe 1, 2, dan 3
  • Agak tahan: blas daun dan blas leher
  • Cocok untuk: lahan irigasi teknis dataran rendah hingga 600 mdpl
  • Inpari 49 Agritan

  • Potensi hasil: 8,5–9,0 ton/ha (GKG)
  • Umur panen: 108–112 hari setelah semai
  • Tahan terhadap: hawar daun bakteri (HDB) strain III dan IV
  • Agak tahan: tungro dan wereng batang coklat biotipe 2
  • Tekstur nasi: pulen, cocok selera pasar lokal dan ekspor
  • Ketahanan OPT: Keunggulan Utama di Lapangan

    Salah satu masalah terbesar petani padi adalah serangan WBC dan blas yang bisa memangkas hasil panen hingga 40–60%. Inpari 48 dan 49 hadir dengan gen ketahanan yang diperbarui sehingga tidak mudah dipatahkan ras baru hama.

    Namun perlu diingat, ketahanan varietas bukan berarti bebas dari OPT sepenuhnya. Tetap lakukan monitoring rutin setiap 7–10 hari sekali sejak fase vegetatif.

    Cara Tanam yang Direkomendasikan

    Untuk memaksimalkan potensi hasil, ikuti panduan berikut:

    • Persemaian: Gunakan benih berlabel ungu (benih sebar) atau biru (benih pokok). Rendam benih 24 jam, tiriskan 24 jam sebelum semai.
    • Umur bibit: Tanam saat bibit berumur 18–21 hari setelah semai (sistem tapin) atau gunakan mesin transplanter untuk efisiensi.
    • Jarak tanam: 25 cm Γ— 25 cm atau jajar legowo 2:1 (40 cm Γ— 20 cm Γ— 10 cm) untuk meningkatkan jumlah rumpun produktif.
    • Pemupukan dasar: Urea 150 kg/ha + NPK Phonska 200 kg/ha sesuai rekomendasi PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah) setempat.
    • Pengairan: Terapkan sistem pengairan berselang (intermittent) untuk menghemat air dan menekan serangan WBC.

    Cara Mendapatkan Benih Resmi

    Benih Inpari 48 dan 49 sudah mulai tersedia di kios LKMA, Gapoktan binaan, dan penangkar benih berlisensi yang bekerja sama dengan BSIP. Petani juga bisa mengajukan kebutuhan benih melalui program Bantuan Benih Padi (BBP) Dinas Pertanian Kabupaten/Kota masing-masing dengan mengisi formulir kebutuhan kelompok tani.

    Penutup

    Varietas Inpari terbaru dari Kementan 2025 ini adalah peluang nyata untuk meningkatkan pendapatan usaha tani padi. Potensi hasil di atas 8 ton per hektar bukan sekadar angka di kertasβ€”banyak petani kooperator di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan sudah membuktikannya di lapangan musim tanam 2025.

    Pilih varietas yang sesuai kondisi lahan dan masalah OPT dominan di desa Anda, lalu konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk paket teknologi yang paling tepat.


    Tips Singkat:

  • Selalu beli benih berlabel resmi β€” hindari benih tanpa label untuk menghindari varietas palsu.
  • Catat tanggal semai dan mulai hitung mundur umur panen agar bisa merencanakan gilir tanam dengan baik.
  • Gabungkan varietas tahan WBC (Inpari 48) di petak yang rawan banjir/kelembaban tinggi, dan Inpari 49 di lahan yang punya riwayat HDB.
  • Laporkan serangan OPT ke petugas POPT-PHP setempat agar mendapat penanganan cepat dan gratis.