Blog Pertanian
Urea, ZA, SP-36, NPK Phonska: Pilih yang Mana dan Kapan Pakainya?
Pupuk

Urea, ZA, SP-36, NPK Phonska: Pilih yang Mana dan Kapan Pakainya?

Foto: Unsplash

Bingung memilih pupuk yang tepat untuk tanaman? Pahami perbedaan Urea, ZA, SP-36, dan NPK Phonska agar hasil panen makin optimal.

17 Mei 2026oleh Tim Redaksi TANIOS

Urea, ZA, SP-36, NPK Phonska: Pilih yang Mana dan Kapan Pakainya?

Setiap musim tanam tiba, pertanyaan yang paling sering muncul di kalangan petani adalah: pupuk apa yang harus saya pakai sekarang? Keempat jenis pupuk bersubsidi ini β€” Urea, ZA, SP-36, dan NPK Phonska β€” semuanya tersedia melalui program pupuk bersubsidi pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 1 Tahun 2024. Tapi masing-masing punya fungsi berbeda, dan salah pilih bisa bikin hasil panen anjlok.

Yuk, kita bahas satu per satu secara praktis.


1. Pupuk Urea β€” Juara Nitrogen untuk Pertumbuhan Vegetatif

Urea mengandung 46% nitrogen (N). Nitrogen adalah unsur yang mendorong tanaman tumbuh cepat, daun hijau segar, dan batang kuat. Cocok dipakai pada fase vegetatif, yaitu saat tanaman sedang aktif tumbuh daun dan batang.

Kapan dipakai?

  • Padi sawah: diberikan 2 kali β€” saat 7–10 hari setelah tanam (HST) dan 25–30 HST
  • Jagung: aplikasi pertama umur 10–14 HST, kedua umur 30–35 HST
  • Dosis umum padi: 200–250 kg/ha per musim
  • Perhatian: jangan terlalu banyak pakai Urea di fase generatif (berbunga/berbuah), karena bisa memperlambat pembungaan.


    2. Pupuk ZA β€” Andalan untuk Tanaman Tebu dan Bawang

    ZA (Zwavelzure Ammoniak) mengandung 21% nitrogen + 24% belerang (S). Kandungan belerangnya inilah yang jadi keunggulan ZA dibanding Urea.

    Kapan dipakai?

  • Sangat direkomendasikan untuk bawang merah, bawang putih, tebu, dan tembakau β€” tanaman yang butuh belerang untuk aroma dan kualitas umbi
  • Bawang merah: dosis 100–150 kg/ha, diberikan umur 15 dan 30 HST
  • Bisa dikombinasikan dengan Urea untuk efisiensi nitrogen
  • ZA tidak dianjurkan sebagai pupuk tunggal untuk padi karena kadar N-nya lebih rendah dari Urea.


    3. Pupuk SP-36 β€” Penguat Akar dan Pemacu Pembungaan

    SP-36 mengandung 36% fosfat (Pβ‚‚Oβ‚…). Fosfat berperan penting dalam pembentukan akar yang kuat, mempercepat pembungaan, dan meningkatkan kualitas biji.

    Kapan dipakai?

  • Diberikan saat tanam atau pengolahan tanah terakhir β€” fosfat perlu waktu untuk larut dan diserap akar
  • Padi sawah: 50–100 kg/ha, cukup sekali per musim
  • Jagung dan kedelai: aplikasi di awal tanam sangat kritis untuk perkembangan akar
  • SP-36 bekerja lambat, jadi jangan menunggu tanaman sudah besar baru diberikan.


    4. NPK Phonska β€” Solusi Lengkap Tiga Unsur Sekaligus

    NPK Phonska (produksi Petrokimia Gresik) mengandung 15% N, 15% Pβ‚‚Oβ‚…, 15% Kβ‚‚O, dan 10% S. Dengan satu produk, petani sudah mendapat tiga unsur makro sekaligus.

    Kapan dipakai?

  • Paling fleksibel β€” cocok untuk padi, jagung, kedelai, sayuran, hingga hortikultura
  • Padi sawah: dosis 250–300 kg/ha, diberikan 2 tahap (saat tanam + umur 25–30 HST)
  • Ideal untuk petani pemula atau lahan yang belum pernah dianalisis kandungan haranya

  • Tips Pakai Pupuk yang Efektif

    Pada musim tanam Mei–Juni 2026 ini, kombinasi yang banyak digunakan petani padi adalah: NPK Phonska saat tanam + Urea susulan umur 25–30 HST. Kombinasi ini sudah terbukti efisien dan sesuai anjuran dalam program Sekolah Lapang Padi Nasional.


    Tips Singkat:

  • βœ… Urea β†’ fase vegetatif, tanaman hijau dan tumbuh cepat
  • βœ… ZA β†’ tanaman butuh belerang (bawang, tebu, tembakau)
  • βœ… SP-36 β†’ diberikan saat tanam, untuk akar kuat dan pembungaan
  • βœ… NPK Phonska β†’ solusi lengkap, cocok untuk semua tanaman pangan
  • ⚠️ Selalu sesuaikan dosis dengan rekomendasi lokal dari PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) di wilayah Anda