Blog Pertanian
P27 vs NK212: Pilihan Jagung Hibrida Terbaik untuk Lahan Tadah Hujan Jawa
Benih & Bibit

P27 vs NK212: Pilihan Jagung Hibrida Terbaik untuk Lahan Tadah Hujan Jawa

Foto: Unsplash

Dua varietas jagung hibrida unggulan ini terbukti adaptif di lahan tadah hujan Jawa. Simak perbandingan dan cara tanamnya.

10 Mei 2026oleh Tim Redaksi TANIOS

P27 vs NK212: Pilihan Jagung Hibrida Terbaik untuk Lahan Tadah Hujan Jawa

Masuki musim tanam Mei 2026, banyak petani di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat mulai dihadapkan pada pertanyaan yang sama: varietas jagung hibrida mana yang paling aman untuk lahan tadah hujan? Lahan tadah hujan identik dengan risiko kekeringan di fase generatif dan banjir sementara di awal musim. Salah pilih benih, bisa-bisa panen anjlok setengahnya.

Dua varietas yang banyak direkomendasikan penyuluh lapangan saat ini adalah P27 (Pioneer 27) dan NK212 (Syngenta). Keduanya punya keunggulan masing-masing, dan cocok dengan kondisi lahan tadah hujan di Jawa β€” tapi dengan catatan yang perlu dipahami sebelum membeli benih.


Mengenal Varietas P27

P27 adalah hibrida silang tiga jalur dari PT Pioneer Hi-Bred Indonesia. Varietas ini memiliki umur panen sekitar 95–100 hari setelah tanam (HST), tergolong genjah untuk kelas hibrida. Keunggulan utama P27:

  • Toleran kekeringan moderat: akar dalam dan batang kokoh membantu tanaman bertahan saat curah hujan turun di fase pembungaan.
  • Potensi hasil: 9–11 ton pipilan kering per hektar pada kondisi optimal.
  • Tongkol besar dan biji dalam: cocok untuk pasar industri pakan ternak.
  • Tahan penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), salah satu momok utama jagung di Jawa.

Dosis tanam yang disarankan: 20–22 kg benih per hektar, dengan jarak tanam 75 cm Γ— 20 cm (1 biji per lubang) atau 75 cm Γ— 40 cm (2 biji per lubang).


Mengenal Varietas NK212

NK212 dari Syngenta sudah lama dikenal petani Jawa dan masuk daftar varietas yang diprioritaskan dalam program AUTP (Asuransi Usahatani Padi dan Palawija). Karakteristiknya:

  • Umur panen 98–105 HST, sedikit lebih dalam dari P27 tapi produksinya stabil.
  • Potensi hasil: 10–12 ton per hektar, dengan biji berwarna kuning oranye cerah yang disukai pengepul.
  • Adaptif di lahan marginal: NK212 terbukti tetap berproduksi 7–8 ton/ha meski curah hujan terbatas.
  • Batang tegak dan perakaran kuat: mengurangi risiko rebah angin di musim pancaroba.

Dosis benih NK212: 18–20 kg per hektar, jarak tanam 70 cm Γ— 20 cm untuk hasil optimal.


Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

Pilih P27 jika:

  • Lahan Anda di dataran rendah (< 400 mdpl) dengan risiko kekeringan tinggi di akhir musim.
  • Anda menyasar panen cepat sebelum musim hujan berikutnya tiba.
  • Pilih NK212 jika:

  • Lahan Anda di zona dengan curah hujan tidak menentu namun relatif tersedia air tanah dangkal.
  • Anda menjual ke industri pakan yang mensyaratkan biji kuning seragam.

  • Teknik Budidaya yang Harus Diperhatikan

    Apapun varietas yang dipilih, beberapa perlakuan berikut sangat menentukan hasil:

    • Perlakuan benih (seed treatment): rendam benih dalam larutan fungisida berbahan aktif metalaksil 10 menit sebelum tanam untuk mencegah bulai.
    • Pemupukan dasar: aplikasikan pupuk NPK 15-15-15 dosis 200 kg/ha saat tanam, ditambah Urea 150 kg/ha susulan pada 25–30 HST.
    • Pengairan kritis: pastikan tanaman mendapat air cukup pada fase VT–R1 (pembungaan jantan–betina), karena inilah fase paling rentan kekeringan.
    • Pengendalian gulma: lakukan penyiangan mekanis atau kimia (atrazin 1,5 L/ha) sebelum 21 HST.

    Tips Singkat:

    🌽 Sebelum membeli benih, pastikan kemasan bertanda SNI dan label biru resmi dari BPSB (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih). Benih palsu adalah penyebab gagal panen nomor satu yang sering tidak disadari petani. Simpan struk pembelian untuk klaim AUTP jika diperlukan.