Blog Pertanian
P27 vs NK212: Jagung Hibrida Terbaik untuk Lahan Tadah Hujan Jawa
Benih & Bibit

P27 vs NK212: Jagung Hibrida Terbaik untuk Lahan Tadah Hujan Jawa

Foto: Unsplash

Panduan memilih varietas jagung hibrida P27 dan NK212 yang terbukti produktif di lahan tadah hujan Jawa, lengkap dengan tips tanam praktis.

18 Mei 2026oleh Tim Redaksi TANIOS

P27 vs NK212: Jagung Hibrida Terbaik untuk Lahan Tadah Hujan Jawa

Mei 2026 sudah tiba, artinya sebagian besar petani di Jawa tengah bersiap memasuki musim tanam kedua di lahan tadah hujan. Tantangan utamanya selalu sama: curah hujan yang mulai tidak menentu, risiko cekaman kekeringan di fase pengisian biji, dan kebutuhan varietas yang bisa 'bertahan' meski kondisi air terbatas. Dua varietas jagung hibrida yang belakangan banyak dibicarakan penyuluh dan petani adalah P27 (Pioneer 27) dan NK212 (Syngenta). Mari kita bedah keduanya secara praktis.


Mengenal Karakter P27 di Lahan Tadah Hujan

P27 adalah varietas hibrida silang tunggal dari Pioneer yang sudah mendapat rekomendasi BPSB untuk wilayah dataran rendah hingga menengah (0–700 mdpl). Umur panennya relatif genjah, sekitar 95–100 hari setelah tanam (HST), sehingga cocok untuk mengejar sisa kelembaban tanah sebelum musim kemarau benar-benar puncak.

Beberapa keunggulan P27 yang relevan untuk tadah hujan:

  • Toleran cekaman kekeringan ringan pada fase vegetatif (V6–V8)
  • Tongkol terisi penuh meski kelembaban turun pada fase R3–R4
  • Potensi hasil: 9–11 ton/ha pipilan kering pada kondisi optimal
  • Batang kokoh, tahan rebah angin kencang di awal musim hujan
  • Untuk tanam Mei–Juni, gunakan jarak tanam 70 cm Γ— 20 cm (1 biji per lubang) atau sistem double row 100 cm Γ— 40 cm Γ— 20 cm untuk memudahkan aerasi dan penyerapan cahaya.


    Profil NK212: Pilihan Populer Petani Jawa Tengah dan Timur

    NK212 dari Syngenta sudah lama menjadi favoritas di sentra jagung seperti Grobogan, Blora, Tuban, dan Lamongan β€” kawasan yang notabene bergantung pada tadah hujan. Umur panen NK212 sedikit lebih panjang, 103–108 HST, namun kompensasinya ada pada stabilitas hasil.

    Keunggulan utama NK212:

  • Toleran penyakit bulai (Peronosclerospora maydis) yang sering muncul saat cuaca lembab tidak menentu
  • Biji berwarna oranye tua dengan kadar pati tinggi, disukai pengepul dan pabrik pakan
  • Potensi hasil: 10–12 ton/ha di lahan yang dikelola baik
  • Root system lebih dalam, membantu penyerapan air cadangan tanah

  • Perbandingan Singkat P27 vs NK212

    | Aspek | P27 | NK212 | |---|---|---| | Umur panen | 95–100 HST | 103–108 HST | | Toleransi kering | Sedang–Baik | Baik | | Ketahanan bulai | Sedang | Baik | | Potensi hasil | 9–11 ton/ha | 10–12 ton/ha | | Harga benih (Mei 2026) | ~Rp 95.000/kg | ~Rp 105.000/kg |


    Panduan Pemupukan Dasar untuk Keduanya

    Untuk lahan tadah hujan dengan kesuburan sedang, rekomendasi umum yang bisa dipakai:

    • Pupuk dasar (0–7 HST): Phonska/NPK 15-15-15 sebanyak 200 kg/ha + SP-36 75 kg/ha
    • Pemupukan susulan I (25–30 HST): Urea 150 kg/ha, ditugal di samping tanaman
    • Pemupukan susulan II (45–50 HST): Urea 100 kg/ha sebelum tanaman berbunga

    Jika menggunakan pupuk subsidi sesuai alokasi Perpres No. 6 Tahun 2024, pastikan tebus lewat kios resmi dengan e-RDKK yang sudah diperbarui.


    Penutup

    Baik P27 maupun NK212 punya kelebihan masing-masing. Jika lahan Anda rentan kekeringan singkat dan ingin panen lebih cepat, P27 bisa jadi pilihan. Sebaliknya, jika daerah Anda sering ada tekanan penyakit bulai dan menginginkan hasil maksimal, NK212 lebih aman.

    Yang paling penting: pilih varietas sesuai kondisi lapangan, bukan sekadar ikut-ikutan tetangga.


    Tips Singkat:

  • Rendam benih 4–6 jam sebelum tanam untuk mempercepat perkecambahan
  • Lakukan penyemprotan fungisida berbahan aktif metalaksil pada 7–14 HST sebagai pencegahan bulai
  • Catat tanggal tanam agar bisa memperkirakan waktu panen dan menghindari kepadatan panen bersamaan yang bisa menekan harga jual
  • Simpan bukti pembelian benih bersegel resmi untuk klaim garansi jika ada masalah varietas