Magang di Kelompok Tani: Jalur Resmi 3-6 Bulan untuk Fresh Graduate
Kementan buka program magang pertanian resmi bagi lulusan baru. Ketahui syarat, manfaat, dan cara kelompok tani bisa ikut serta.
Magang di Kelompok Tani: Jalur Resmi 3-6 Bulan untuk Fresh Graduate
Banyak lulusan pertanian yang bingung setelah wisuda—kerja di kota atau terjun langsung ke sawah? Kementerian Pertanian (Kementan) kini punya jawabannya lewat program magang pertanian berjangka 3 hingga 6 bulan yang menempatkan fresh graduate langsung di kelompok tani aktif di seluruh Indonesia.
Program ini bukan sekadar 'coba-coba'. Ini adalah jalur resmi yang dirancang agar calon petani muda bisa belajar dari pengalaman nyata sebelum memutuskan komitmen jangka panjang—baik itu membuka usaha tani sendiri, bergabung dengan koperasi, maupun menjadi penyuluh lapangan.
Dasar Kebijakan dan Program Resmi
Program magang ini berada di bawah payung Program Petani Muda Mandiri yang diinisiasi Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Mengacu pada arah kebijakan pengembangan SDM pertanian yang tertuang dalam Permentan Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementan mendorong percepatan regenerasi petani dengan melibatkan kelompok tani sebagai 'kelas lapangan' bagi generasi baru.
Pada Mei 2026, kuota peserta magang diperluas menjadi 10.000 orang secara nasional, naik signifikan dari tahun sebelumnya, dengan prioritas daerah sentra produksi padi, jagung, kedelai, hortikultura, dan perkebunan rakyat.
Siapa yang Bisa Ikut dan Bagaimana Caranya?
Syarat peserta magang cukup terbuka:
Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal simdiklat.pertanian.go.id atau langsung ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di kecamatan masing-masing. Peserta yang lolos seleksi akan ditempatkan di kelompok tani mitra yang sudah terverifikasi oleh Dinas Pertanian setempat.
Apa yang Dipelajari Selama Magang?
Selama 3–6 bulan, peserta terlibat langsung dalam siklus usaha tani, mulai dari:
- Perencanaan tanam dan analisis lahan
- Penerapan teknologi seperti pemupukan berimbang, penggunaan benih bersertifikat, dan pengendalian hama terpadu (PHT)
- Pencatatan usaha tani dan analisis biaya-manfaat sederhana
- Pemasaran hasil panen melalui jaringan koperasi atau offtaker mitra Kementan
Kelompok tani yang menjadi tuan rumah magang juga mendapat insentif berupa bantuan sarana pertanian senilai Rp 5–10 juta tergantung jumlah peserta yang dibimbing.
Manfaat Nyata untuk Kelompok Tani
Bagi kelompok tani, program ini bukan beban, melainkan peluang. Kehadiran peserta magang berarti tambahan tenaga kerja terlatih sekaligus transfer pengetahuan terbaru dari kampus ke lahan. Kelompok tani juga bisa mengusulkan kebutuhan magang sesuai komoditas unggulan lokal mereka.
Langkah Awal yang Bisa Dilakukan Sekarang
Jika Anda ketua kelompok tani yang tertarik menjadi lokasi magang, segera daftarkan kelompok Anda ke BPP kecamatan dan pastikan kelompok sudah memiliki nomor registrasi kelompok tani aktif dari Simluhtan.
Tips Singkat: