Blog Pertanian
Fungisida Sistemik vs Kontak: Pilihan Tepat Blast Padi & Antraknosa Cabai
Hama & Penyakit

Fungisida Sistemik vs Kontak: Pilihan Tepat Blast Padi & Antraknosa Cabai

Foto: Unsplash

Pahami perbedaan fungisida sistemik dan kontak agar pengendalian blast padi dan antraknosa cabai lebih efektif dan hemat biaya.

12 Mei 2026oleh Tim Redaksi TANIOS

Fungisida Sistemik vs Kontak: Pilihan Tepat untuk Blast Padi dan Antraknosa Cabai

Masuki musim tanam Mei 2026, dua penyakit jamur ini kembali jadi momok petani: blast padi (Pyricularia oryzae) dan antraknosa cabai (Colletotrichum capsici). Keduanya bisa memorak-porandakan hasil panen dalam hitungan hari jika penanganannya salah. Salah satu keputusan paling krusial adalah memilih jenis fungisida yang tepat โ€” sistemik atau kontak?

Apa Bedanya Fungisida Sistemik dan Kontak?

Fungisida kontak bekerja di permukaan tanaman saja. Ia membunuh spora jamur yang menempel sebelum masuk ke jaringan. Ibarat penjaga pintu โ€” efektif mencegah masuk, tapi tidak bisa mengejar tamu yang sudah ada di dalam.

Fungisida sistemik diserap dan dialirkan ke seluruh jaringan tanaman melalui xilem maupun floem. Ia bisa membunuh jamur yang sudah masuk ke dalam sel tanaman. Lebih cocok untuk infeksi yang sudah berlangsung.

Pilihan untuk Blast Padi

Blast menyerang leher malai (neck blast) dan daun, terutama saat cuaca lembap dan suhu 24โ€“28ยฐC โ€” kondisi umum di Mei di banyak sentra padi Jawa dan Sumatera.

  • Pencegahan (sebelum gejala muncul): Gunakan fungisida kontak berbahan aktif mankozeb 80% dosis 2โ€“3 g/liter air, semprot sejak fase anakan aktif (14โ€“21 HST). Interval 7 hari sekali.
  • Pengendalian (gejala sudah ada): Beralih ke fungisida sistemik berbahan aktif trisiklazol 75% dosis 0,5โ€“0,75 g/liter, atau isoprotiolan 40% dosis 1โ€“1,5 ml/liter. Semprot saat pagi hari sebelum pukul 09.00.
  • Untuk varietas rentan seperti Ciherang atau IR64, perlindungan ganda disarankan: kombinasi kontak + sistemik tiap 10 hari pada fase primordia hingga berbunga.

Pilihan untuk Antraknosa Cabai

Antraknosa menyerang buah cabai yang hampir masak โ€” tampak bercak cokelat kehitaman melekuk ke dalam. Kerugian bisa mencapai 30โ€“80% di musim hujan.

  • Pencegahan: Fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil 75% dosis 2 g/liter atau propineb 70% dosis 2โ€“3 g/liter, mulai semprot saat bunga pertama muncul. Ulangi tiap 5โ€“7 hari.
  • Kurasi (infeksi aktif): Gunakan sistemik berbahan aktif azoksistrobin 200 g/l + difenokonazol 125 g/l (produk kombinasi), dosis 0,5 ml/liter. Atau karbendazim 50% dosis 1โ€“1,5 g/liter. Semprot merata ke buah dan cabang.
  • Rotasi bahan aktif wajib dilakukan setiap 2โ€“3 aplikasi untuk mencegah resistensi.

Waktu Aplikasi yang Sering Diabaikan

Fungisida โ€” baik sistemik maupun kontak โ€” bekerja optimal jika disemprot saat kelembapan rendah, angin tenang, dan tidak ada hujan 4โ€“6 jam setelahnya. Di bulan Mei yang masih sering hujan sore, semprotkan di pagi hari antara pukul 07.00โ€“09.00.

Kesimpulan

Tidak ada yang lebih baik secara mutlak antara sistemik dan kontak โ€” keduanya punya peran masing-masing. Kuncinya: gunakan kontak untuk pencegahan dini, sistemik untuk pengendalian aktif, dan kombinasikan keduanya saat tekanan penyakit tinggi.


Tips Singkat:

  • Selalu cek nomor pendaftaran pestisida di Kementan (Permentan No. 43/2019) sebelum membeli โ€” pastikan terdaftar untuk komoditas dan OPT yang dituju.
  • Jangan pakai satu bahan aktif lebih dari 3 aplikasi berturut-turut โ€” rotasi mencegah resistensi jamur.
  • Tambahkan perekat (surfaktan) 0,5 ml/liter agar fungisida menempel lebih baik di permukaan daun dan buah yang licin.