Blog Pertanian
Fungisida Sistemik vs Kontak: Atasi Blast Padi dan Antraknosa Cabai
Hama & Penyakit

Fungisida Sistemik vs Kontak: Atasi Blast Padi dan Antraknosa Cabai

Foto: Unsplash

Pilih fungisida yang tepat bisa menentukan berhasil atau gagalnya pengendalian blast padi dan antraknosa cabai di musim hujan.

20 Mei 2026oleh Tim Redaksi TANIOS

Fungisida Sistemik vs Kontak: Pilihan Tepat untuk Blast Padi dan Antraknosa Cabai

Mei 2026 โ€” musim pancaroba masih berlanjut di banyak wilayah sentra padi dan cabai Indonesia. Kelembapan tinggi dan curah hujan yang tidak menentu menjadi kondisi ideal bagi dua penyakit jamur paling ditakuti petani: blast padi (Pyricularia oryzae) dan antraknosa cabai (Colletotrichum capsici). Pertanyaan yang sering muncul di lapangan: pakai fungisida sistemik atau kontak? Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu โ€” keduanya punya peran berbeda.

Cara Kerja: Beda Mekanisme, Beda Fungsi

Fungisida kontak bekerja di permukaan daun atau buah. Senyawa aktif seperti mankozeb (dosis 2โ€“2,5 g/liter air) atau klorotalonil (1,5โ€“2 ml/liter) membentuk lapisan pelindung yang membunuh spora sebelum masuk ke jaringan tanaman. Kelemahan utamanya: mudah tercuci hujan dan tidak bisa menyembuhkan infeksi yang sudah terjadi.

Fungisida sistemik diserap masuk ke jaringan tanaman dan ditransportasikan melalui xilem. Contohnya trisiklazol (0,5โ€“1 g/liter) yang sangat efektif untuk blast padi, atau azoksistrobin (0,5โ€“1 ml/liter) yang cocok untuk antraknosa cabai. Fungisida sistemik bisa bekerja kuratif โ€” membunuh jamur yang sudah mulai menginfeksi โ€” asalkan aplikasi dilakukan tidak lebih dari 48โ€“72 jam setelah infeksi awal terdeteksi.

Strategi untuk Blast Padi

Blast menyerang leher malai (neck blast) dan daun, paling ganas saat fase bunting hingga pengisian biji (sekitar 60โ€“85 HST). Strategi terbaik adalah kombinasi berlapis:

  • Fase vegetatif (gejala awal pada daun): Semprotkan fungisida sistemik berbahan aktif trisiklazol 75 WP dosis 0,5 g/liter, interval 7 hari.
  • Fase generatif (menjelang bunting): Aplikasikan propikonazol 250 EC (0,5 ml/liter) sebagai tindakan preventif 5โ€“7 hari sebelum keluar malai.
  • Kalau musim hujan deras, tambahkan fungisida kontak (mankozeb) sebagai pelindung permukaan di antara aplikasi sistemik.

Varietas seperti Inpari 32, Inpari 42 Agritan GSR, dan Inpago 8 memiliki ketahanan sedang terhadap blast โ€” tetap butuh perlindungan kimia saat tekanan penyakit tinggi.

Strategi untuk Antraknosa Cabai

Antraknosa menyerang buah cabai, membentuk bercak cekung coklat kehitaman yang bikin hasil panen anjlok. Penyakit ini paling cepat menyebar saat suhu 25โ€“30ยฐC dengan kelembapan di atas 90%.

  • Preventif: Semprotkan fungisida kontak berbahan klorotalonil 500 SC (2 ml/liter) atau mankozeb 80 WP (2 g/liter) mulai buah berukuran pentol pensil, interval 5โ€“7 hari.
  • Kuratif (gejala sudah muncul): Ganti ke azoksistrobin 250 SC (0,5 ml/liter) atau difenokonazol 250 EC (0,5 ml/liter), semprot 2 kali dengan jeda 5 hari.
  • Rotasi bahan aktif setiap 2โ€“3 aplikasi untuk mencegah resistensi.

Waktu Aplikasi yang Menentukan

Semprot pagi hari (pukul 06.00โ€“09.00) atau sore hari (15.00โ€“17.00) saat angin tidak kencang. Hindari semprot ketika hujan akan turun dalam 2 jam ke depan โ€” fungisida kontak butuh minimal 2 jam kering di permukaan daun, sistemik butuh 4โ€“6 jam untuk diserap optimal.


Tips Singkat:

  • ๐Ÿ”„ Jangan andalkan satu jenis fungisida saja โ€” rotasi sistemik dan kontak lebih efektif dan cegah resistensi.
  • โฑ๏ธ Fungisida sistemik paling efektif jika disemprot sebelum gejala parah atau maksimal 48 jam setelah infeksi awal terdeteksi.
  • ๐Ÿ“‹ Catat setiap aplikasi: tanggal, bahan aktif, dosis โ€” ini penting untuk evaluasi dan hindari penggunaan bahan aktif yang sama berturut-turut lebih dari 3 kali musim tanam.