Blog Pertanian
Drone Semprot Pestisida: Layak Beli untuk Poktan 20 Hektar?
Alat Tani

Drone Semprot Pestisida: Layak Beli untuk Poktan 20 Hektar?

Foto: Unsplash

Drone pertanian kini makin terjangkau, tapi apakah poktan skala 20 hektar sudah balik modal? Simak hitungan dan pertimbangannya.

16 Mei 2026oleh Tim Redaksi TANIOS

Drone Semprot Pestisida: Layak Beli untuk Poktan 20 Hektar?

Musim tanam padi Mei 2026 ini, semakin banyak pengurus kelompok tani (poktan) yang bertanya soal drone pertanian. Wajar saja โ€” harga sewa drone semprot di beberapa wilayah Jawa dan Sumatera sudah tembus Rp 150.000โ€“Rp 200.000 per hektar per aplikasi. Kalau punya sendiri, hitungannya beda. Tapi apakah skala 20 hektar sudah cukup untuk balik modal?

Mari kita hitung bersama sebelum memutuskan.

Berapa Harga Drone Semprot Saat Ini?

Per Mei 2026, drone pertanian kelas entry-level seperti DJI Agras T25 dibanderol sekitar Rp 85โ€“95 juta, sementara XAG P100 dan Agras T50 berkisar Rp 120โ€“160 juta. Merek lokal seperti Helicam Agri-10 dari produsen Bandung berada di kisaran Rp 55โ€“70 juta dengan tangki 10 liter.

Untuk poktan, pilihan realistis ada di kisaran Rp 70โ€“100 juta, sudah termasuk charger dan baterai cadangan satu set.

Hitungan Balik Modal untuk 20 Hektar

Anggap poktan punya lahan 20 hektar padi dengan 3 kali musim tanam per tahun dan 3 kali penyemprotan per musim tanam. Total aplikasi = 180 hektar per tahun.

Biaya sewa drone luar jika tidak punya sendiri:

  • 180 Ha ร— Rp 175.000 = Rp 31.500.000/tahun
  • Biaya operasional jika punya drone sendiri (bahan bakar/listrik, perawatan, operator):

  • Estimasi Rp 50.000โ€“70.000 per hektar = Rp 9.000.000โ€“12.600.000/tahun
  • Penghematan bersih: sekitar Rp 18โ€“22 juta per tahun.

    Dengan investasi Rp 80 juta, balik modal butuh 3,5โ€“4,5 tahun โ€” cukup lama untuk skala ini.

    Kapan Drone Mulai Layak?

    Drone semprot mulai sangat layak jika:

  • Lahan poktan minimal 40โ€“50 hektar, atau
  • Drone digunakan untuk layanan jasa ke poktan lain di sekitar area, atau
  • Ada subsidi alsintan dari Dinas Pertanian setempat (cek Program AUTP dan Bantuan Alsintan Kementan TA 2026)
  • Untuk poktan 20 hektar, opsi bergabung membeli bersama 2โ€“3 poktan tetangga (total 50โ€“60 hektar) jauh lebih masuk akal secara ekonomi.

    Keunggulan Teknis yang Tidak Bisa Diabaikan

    Drone semprot bekerja dengan sistem nozzle rotary yang menghasilkan droplet ukuran 50โ€“150 mikron, jauh lebih merata dibanding knapsack manual. Untuk padi varietas Inpari 32 dan Ciherang yang berdaun lebat, penetrasi ke kanopi bawah meningkat hingga 40%. Waktu semprot 1 hektar hanya 8โ€“12 menit, dibanding 2โ€“3 jam tenaga manual.

    Tips Praktis Sebelum Membeli

    Tips Singkat:

  • โœ… Cek ketersediaan teknisi servis resmi di kabupaten Anda โ€” jangan beli merek yang service center-nya di luar provinsi
  • โœ… Minta demo lapangan gratis minimal 2 hektar sebelum tanda tangan kontrak pembelian
  • โœ… Daftarkan drone ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sesuai PM 37 Tahun 2020 โ€” wajib hukumnya
  • โœ… Untuk poktan 20 hektar, pertimbangkan sewa dulu 1โ€“2 musim sambil hitung kecocokan dengan kondisi lahan
  • โœ… Cari informasi KUR Alsintan di BRI/BNI โ€” bunga 6% per tahun bisa meringankan cicilan pembelian
  • Kesimpulannya: drone semprot adalah investasi masa depan yang nyata, tapi untuk skala 20 hektar murni, perhitungannya belum terlalu menguntungkan jika beli sendiri. Gabungkan dengan poktan lain atau cari program bantuan pemerintah โ€” itu jalan paling cerdas di musim tanam tahun ini.