Blog Pertanian
Biochar: Pembenah Tanah Murah Meriah yang Tahan 100 Tahun
Pupuk

Biochar: Pembenah Tanah Murah Meriah yang Tahan 100 Tahun

Foto: Unsplash

Biochar bisa memperbaiki tanah miskin hara secara permanen. Pelajari cara buat, dosis tepat, dan manfaatnya untuk lahan petani kecil.

13 Mei 2026oleh Tim Redaksi TANIOS

Biochar: Pembenah Tanah Murah Meriah yang Tahan 100 Tahun

Mei 2026 โ€” Banyak petani kecil di Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan masih bergulat dengan tanah yang keras, cepat kering, dan boros pupuk. Setiap musim tanam, pupuk dihamburkan tapi hasil panen tetap tidak memuaskan. Masalahnya sering bukan di benihnya โ€” melainkan di kondisi tanah yang sudah terdegradasi.

Salah satu solusi yang mulai banyak dibicarakan dalam program penyuluhan Kementerian Pertanian sejak 2024 adalah biochar โ€” arang hayati yang dibuat dari pembakaran tidak sempurna (pirolisis) bahan organik seperti sekam padi, tongkol jagung, atau ranting pohon.

Apa Itu Biochar dan Kenapa Beda dari Pupuk Biasa?

Biochar bukan pupuk dalam arti konvensional. Ia tidak langsung menyuplai nitrogen atau fosfor. Yang dilakukan biochar adalah memperbaiki rumah tempat hara itu tinggal โ€” yaitu struktur tanah itu sendiri.

Struktur pori biochar yang sangat luas membuatnya mampu:

  • Menyimpan air hingga 3โ€“5 kali lebih lama dibanding tanah biasa
  • Menjadi tempat berlindung dan berkembangnya mikroba tanah yang mengurai hara
  • Mengurangi pencucian pupuk (leaching), sehingga pupuk yang diberikan lebih efisien
  • Meningkatkan pH tanah asam secara perlahan tanpa kapur berlebihan
  • Yang paling menarik: biochar bertahan di tanah hingga 100โ€“500 tahun. Artinya, manfaatnya tidak hilang setelah satu musim tanam.

    Cara Membuat Biochar Sederhana di Ladang

    Petani tidak perlu alat mahal. Metode kiln drum (drum pirolisis) bisa dibuat dari drum bekas oli 200 liter yang dilubangi bagian bawahnya.

    Langkah singkat:

  • Masukkan sekam padi atau tongkol jagung kering ke dalam drum
  • Bakar dari bawah dengan api kecil, tutup bagian atas agar oksigen terbatas
  • Proses berlangsung sekitar 2โ€“3 jam โ€” asap putih tebal berubah menjadi asap tipis biru menandakan proses hampir selesai
  • Padamkan dengan sedikit air, jangan sampai menjadi abu
  • Arang hitam yang dihasilkan itulah biochar
  • Dosis dan Cara Aplikasi yang Tepat

    Berdasarkan hasil uji coba Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah (2023โ€“2025), dosis rekomendasi untuk lahan padi sawah adalah:

    • Aplikasi pertama: 2โ€“4 ton/hektar, dicampur dengan kompos 1:1
    • Aplikasi pemeliharaan: 500 kgโ€“1 ton/hektar setiap 3โ€“5 tahun
    • Waktu aplikasi: 2 minggu sebelum tanam, dibenamkan sedalam 10โ€“15 cm

    Untuk lahan kering atau tegalan, dosis bisa dinaikkan hingga 5 ton/hektar pada aplikasi pertama karena degradasi tanah biasanya lebih parah.

    Penting: Biochar harus dikombinasikan dengan pupuk organik atau pupuk subsidi (NPK Phonska, Urea) โ€” bukan menggantikannya. Fungsinya memperkuat efisiensi pupuk yang sudah ada.

    Dukungan Program Pemerintah Tahun 2026

    Dalam Rencana Kerja Kementerian Pertanian 2026, biochar masuk dalam kategori bahan pembenah tanah organik yang mendapat dukungan melalui program READSI (Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative) di wilayah Indonesia Timur. Petani yang tergabung dalam kelompok tani aktif bisa mengajukan bantuan pelatihan pembuatan biochar ke Dinas Pertanian Kabupaten setempat.

    Penutup

    Biochar adalah investasi jangka panjang yang sangat masuk akal untuk petani kecil. Modal awalnya memang ada, tapi hasilnya dirasakan bertahun-tahun โ€” tanah lebih gembur, air tidak cepat hilang, dan pupuk lebih efisien. Mulai dari sekam padi yang selama ini dibakar percuma pun sudah cukup.


    Tips Singkat:

  • Jangan gunakan biochar dari kayu yang mengandung cat atau bahan kimia
  • Campurkan biochar dengan kompos sebelum diaplikasikan agar mikroba lebih cepat aktif
  • Catat hasil panen sebelum dan sesudah aplikasi untuk melihat perbedaannya secara nyata
  • Konsultasikan ke PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) setempat untuk mendapat pendampingan teknis gratis