Bima Brebes vs Super Philip: Benih Mana yang Lebih Cuan di 2026?
Bandingkan dua varietas bawang merah terpopuler dari sisi hasil panen, ketahanan, dan keuntungan bersih per hektar sebelum tanam musim ini.
Bima Brebes vs Super Philip: Benih Mana yang Lebih Cuan di 2026?
Musim tanam MeiβJuli adalah salah satu periode emas bawang merah di sentra produksi seperti Brebes, Nganjuk, dan Palu. Tapi sebelum beli benih, banyak petani masih bingung: pilih Bima Brebes yang sudah teruji puluhan tahun, atau Super Philip yang belakangan makin populer? Artikel ini membedah keduanya secara jujur supaya kamu bisa ambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar ikut-ikutan tetangga.
Profil Singkat Dua Varietas Ini
Bima Brebes adalah varietas lokal unggul yang sudah dilepas Kementerian Pertanian sejak 1984 (SK Mentan No. 60/Kpts/TP.240/1/1984). Umurnya panjang, sekitar 60β70 hari setelah tanam (HST), dengan potensi hasil 9β12 ton/ha umbi kering. Warna umbi merah tua, disukai pasar tradisional Jawa dan ekspor ke Malaysia.
Super Philip adalah varietas introduksi asal Filipina yang kini sudah banyak diperbanyak lokal. Umur panen lebih singkat, sekitar 55β65 HST, dengan potensi hasil 10β14 ton/ha. Umbinya lebih besar dan seragam, cocok untuk pasar swalayan dan industri bawang goreng skala pabrik.
Perbandingan Langsung di Lapangan
1. Produktivitas dan Ukuran Umbi
Dalam uji demplot Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah musim kemarau 2025, Bima Brebes menghasilkan rata-rata 10,2 ton/ha umbi kering, sementara Super Philip mencapai 12,6 ton/ha pada kondisi irigasi cukup. Ukuran umbi Super Philip lebih besar (diameter 2,5β3,5 cm) dibanding Bima Brebes (1,8β2,8 cm).2. Ketahanan terhadap Penyakit
Bima Brebes lebih toleran terhadap moler (Fusarium oxysporum) di tanah yang sudah lama digunakan. Super Philip rentan moler jika rotasi tanaman diabaikan, namun lebih tahan terhadap antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) dibanding Bima Brebes.3. Kebutuhan Benih dan Biaya
4. Harga Jual dan Pasar
Bima Brebes dominan di pasar basah tradisional dengan harga Rp 18.000β24.000/kg (Mei 2026). Super Philip lebih mudah masuk ke kontrak pabrik bawang goreng dengan harga Rp 20.000β26.000/kg karena kadar air lebih rendah dan rendemen goreng lebih tinggi.Simulasi Keuntungan Bersih per Hektar
| Komponen | Bima Brebes | Super Philip | |---|---|---| | Hasil panen | 10,2 ton | 12,6 ton | | Harga rata-rata | Rp 21.000/kg | Rp 23.000/kg | | Pendapatan kotor | Rp 214 juta | Rp 289 juta | | Total biaya produksi* | Rp 120 juta | Rp 135 juta | | Keuntungan bersih | Rp 94 juta | Rp 154 juta |
*Estimasi biaya termasuk benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja.
Rekomendasi Praktis
Kalau kamu sudah punya pasar tradisional langganan dan lahanmu punya riwayat fusarium rendah, Bima Brebes tetap aman dan menguntungkan. Tapi kalau kamu bisa akses kontrak dengan pabrik pengolah atau pasar modern, Super Philip layak jadi pilihan utama dengan catatan: rotasi lahan wajib, dan gunakan fungisida berbahan aktif propikonazol 0,5 ml/liter setiap 7 hari sekali sejak umur 20 HST untuk mencegah moler.
Tips Singkat: