Blog Pertanian
Bima Brebes vs Super Philip: Benih Mana yang Lebih Cuan di 2026?
Benih & Bibit

Bima Brebes vs Super Philip: Benih Mana yang Lebih Cuan di 2026?

Foto: Unsplash

Bandingkan dua varietas bawang merah terpopuler dari sisi hasil panen, ketahanan, dan keuntungan bersih per hektar sebelum tanam musim ini.

19 Mei 2026oleh Tim Redaksi TANIOS

Bima Brebes vs Super Philip: Benih Mana yang Lebih Cuan di 2026?

Musim tanam Mei–Juli adalah salah satu periode emas bawang merah di sentra produksi seperti Brebes, Nganjuk, dan Palu. Tapi sebelum beli benih, banyak petani masih bingung: pilih Bima Brebes yang sudah teruji puluhan tahun, atau Super Philip yang belakangan makin populer? Artikel ini membedah keduanya secara jujur supaya kamu bisa ambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar ikut-ikutan tetangga.


Profil Singkat Dua Varietas Ini

Bima Brebes adalah varietas lokal unggul yang sudah dilepas Kementerian Pertanian sejak 1984 (SK Mentan No. 60/Kpts/TP.240/1/1984). Umurnya panjang, sekitar 60–70 hari setelah tanam (HST), dengan potensi hasil 9–12 ton/ha umbi kering. Warna umbi merah tua, disukai pasar tradisional Jawa dan ekspor ke Malaysia.

Super Philip adalah varietas introduksi asal Filipina yang kini sudah banyak diperbanyak lokal. Umur panen lebih singkat, sekitar 55–65 HST, dengan potensi hasil 10–14 ton/ha. Umbinya lebih besar dan seragam, cocok untuk pasar swalayan dan industri bawang goreng skala pabrik.


Perbandingan Langsung di Lapangan

1. Produktivitas dan Ukuran Umbi

Dalam uji demplot Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah musim kemarau 2025, Bima Brebes menghasilkan rata-rata 10,2 ton/ha umbi kering, sementara Super Philip mencapai 12,6 ton/ha pada kondisi irigasi cukup. Ukuran umbi Super Philip lebih besar (diameter 2,5–3,5 cm) dibanding Bima Brebes (1,8–2,8 cm).

2. Ketahanan terhadap Penyakit

Bima Brebes lebih toleran terhadap moler (Fusarium oxysporum) di tanah yang sudah lama digunakan. Super Philip rentan moler jika rotasi tanaman diabaikan, namun lebih tahan terhadap antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) dibanding Bima Brebes.

3. Kebutuhan Benih dan Biaya

  • Bima Brebes: kebutuhan benih Β±1,2 ton/ha, harga benih lokal Rp 25.000–30.000/kg β†’ biaya benih sekitar Rp 30–36 juta/ha.
  • Super Philip: kebutuhan benih Β±1,0 ton/ha karena umbi lebih besar, harga Rp 35.000–42.000/kg β†’ biaya benih sekitar Rp 35–42 juta/ha.
  • 4. Harga Jual dan Pasar

    Bima Brebes dominan di pasar basah tradisional dengan harga Rp 18.000–24.000/kg (Mei 2026). Super Philip lebih mudah masuk ke kontrak pabrik bawang goreng dengan harga Rp 20.000–26.000/kg karena kadar air lebih rendah dan rendemen goreng lebih tinggi.

    Simulasi Keuntungan Bersih per Hektar

    | Komponen | Bima Brebes | Super Philip | |---|---|---| | Hasil panen | 10,2 ton | 12,6 ton | | Harga rata-rata | Rp 21.000/kg | Rp 23.000/kg | | Pendapatan kotor | Rp 214 juta | Rp 289 juta | | Total biaya produksi* | Rp 120 juta | Rp 135 juta | | Keuntungan bersih | Rp 94 juta | Rp 154 juta |

    *Estimasi biaya termasuk benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja.


    Rekomendasi Praktis

    Kalau kamu sudah punya pasar tradisional langganan dan lahanmu punya riwayat fusarium rendah, Bima Brebes tetap aman dan menguntungkan. Tapi kalau kamu bisa akses kontrak dengan pabrik pengolah atau pasar modern, Super Philip layak jadi pilihan utama dengan catatan: rotasi lahan wajib, dan gunakan fungisida berbahan aktif propikonazol 0,5 ml/liter setiap 7 hari sekali sejak umur 20 HST untuk mencegah moler.


    Tips Singkat:

  • Tanam Super Philip di lahan yang belum pernah ditanami bawang lebih dari 2 musim berturut-turut.
  • Gunakan benih bersertifikat (label biru) agar hasil lebih seragam.
  • Untuk Bima Brebes, rendam benih dalam larutan Trichoderma 10 g/liter selama 30 menit sebelum tanam untuk menekan risiko fusarium.
  • Cek harga pasar mingguan via aplikasi SIPBAPAN Kementan sebelum memutuskan varietas di setiap musim.