Blog Pertanian
Bima Brebes vs Super Philip: Benih Bawang Merah Mana Lebih Cuan?
Benih & Bibit

Bima Brebes vs Super Philip: Benih Bawang Merah Mana Lebih Cuan?

Foto: Unsplash

Bandingkan dua varietas bawang merah terpopuler dari sisi hasil panen, ketahanan, dan keuntungan nyata di lapangan musim tanam Mei 2026.

11 Mei 2026oleh Tim Redaksi TANIOS

Bima Brebes vs Super Philip: Benih Bawang Merah Mana Lebih Cuan?

Musim tanam Mei 2026 sudah di depan mata. Bagi petani bawang merah, memilih varietas benih yang tepat bisa jadi penentu untung atau rugi di akhir musim. Dua nama yang paling sering diperbincangkan di kalangan petani Jawa Tengah hingga Jawa Timur adalah Bima Brebes dan Super Philip. Keduanya punya pendukung setia masing-masing β€” tapi mana yang sebetulnya lebih menguntungkan untuk kondisi sekarang?

Yuk kita bedah satu per satu.


Profil Singkat Dua Varietas

Bima Brebes adalah varietas lokal unggulan yang sudah dilepas resmi oleh Kementerian Pertanian dan masuk dalam daftar varietas unggul bawang merah nasional. Umur panen relatif pendek, sekitar 55–70 hari setelah tanam (HST). Bentuk umbi lonjong merah keunguan, cocok untuk pasar segar lokal dan industri.

Super Philip (kadang ditulis Super Philips) merupakan varietas introduksi asal Filipina yang sudah lama beradaptasi di Indonesia. Umur panennya sedikit lebih lama, 65–75 HST, dengan ukuran umbi lebih besar dan bobot per rumpun cenderung lebih tinggi.


Perbandingan Hasil dan Biaya Produksi

Produktivitas di Lapangan

Berdasarkan data uji adaptasi di sentra produksi seperti Brebes dan Nganjuk, Bima Brebes mampu menghasilkan rata-rata 8–12 ton/hektar dalam kondisi optimal. Super Philip bisa mencapai 10–15 ton/hektar bila perawatan intensif, terutama pemupukan kalium dan pengendalian penyakit fusarium.

Harga Benih

Harga benih (umbi) Bima Brebes di pasaran Mei 2026 berkisar Rp 25.000–30.000/kg, sedangkan Super Philip cenderung lebih mahal di kisaran Rp 30.000–38.000/kg. Kebutuhan benih per hektar sekitar 800–1.000 kg, jadi selisih biaya benih bisa mencapai Rp 5–8 juta/hektar.

Ketahanan terhadap Penyakit

Bima Brebes relatif lebih tahan terhadap moler (layu fusarium) dibanding Super Philip yang agak rentan bila drainase kurang baik. Di lahan dengan curah hujan tinggi seperti kondisi Mei, ini jadi pertimbangan penting. Super Philip butuh aplikasi fungisida berbahan aktif propikonazol atau iprodion lebih rutin, yakni setiap 7–10 hari sekali sejak 20 HST.


Mana yang Lebih Menguntungkan?

Jawabnya: tergantung kondisi lahan dan kemampuan modal Anda.

  • Jika lahan Anda berdrainase bagus, modal cukup, dan akses pupuk kalium lancar β†’ Super Philip bisa memberi keuntungan lebih tinggi karena potensi panen lebih besar dan harga jualnya di pasar grosir sedikit lebih premium karena ukuran umbi besar.
  • Jika lahan Anda rawan banjir/genangan, modal terbatas, atau baru pertama kali tanam bawang merah β†’ Bima Brebes pilihan lebih aman dengan biaya produksi lebih rendah dan risiko gagal lebih kecil.

Simulasi sederhana: dengan harga jual bawang merah Rp 18.000/kg (proyeksi Mei–Juni 2026), petani Super Philip dengan hasil 12 ton bisa meraup Rp 216 juta/hektar, sementara petani Bima Brebes dengan hasil 10 ton mendapat Rp 180 juta/hektar. Setelah dipotong biaya produksi, selisih keuntungan bersih tidak selalu berbanding lurus dengan selisih produksi.


Penutup

Tidak ada varietas yang selalu menang di semua kondisi. Yang terpenting adalah menyesuaikan pilihan benih dengan kondisi nyata di kebun Anda β€” jenis tanah, ketersediaan air, dan kemampuan merawat tanaman.

Tips Singkat:

  • Gunakan benih bersertifikat label biru untuk memastikan kemurnian varietas dan bebas penyakit tular benih.
  • Rendam benih 30 menit dalam larutan fungisida mankozeb 80% dosis 2 g/liter sebelum tanam untuk mencegah busuk pangkal.
  • Catat hasil panen setiap musim sebagai data pembanding varietas yang paling cocok untuk lahan Anda sendiri.